Kenalilah apa Generasi Millennial itu!
Generasi Millennial?
Istilah Generasi Millennial kini sudah akrab terdengar di kalangan pelajar. Istilah ini diciptakan oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika, William Strauss dan Neil Howe dalam beberapa bukunya. Biasanya mereka yang lahir pada 1980 - 1990, atau pada awal 2000, dan seterusnya itu bisa disebut sebagai Generasi Millennial. Generasi Millennial juga biasa disebut sebagai Generasi Y.
Karakteristik Generasi Millennial?
Setiap generasi pasti memiliki karakteristik tertentu yang dimunculkan oleh sebagian besar kalangannya, baik itu disengaja maupun tidak. Generasi Millennial ini rata - rata memang lahir di abad ke - 20an dimana pada abad ke - 20an ini teknologi semakin canggih. Baik dalam komunikasi, transportasi, media digital dan sebagainya. Karenanya, Generasi Millennial ini lebih dikenal sebagai pecandu teknologi, inilah karakteristik mereka, yang tidak bisa jauh dari teknologi canggih yang semakin berkembang sekarang.
Generasi Millennial, Gaya hidup yang berbahaya kah?
Canggihnya teknologi itu memang sangat membantu dalam kehidupan kita sehari - hari. Apapun bisa dilakukan dengan mudah sekarang. Kita tidak perlu repot - repot menulis surat, dan datang ke kantor pos untuk mengirim suratnya karena sudah ada Smartphone yang tinggal ketik lalu kirim ke orang yang kita tuju. Kita tidak perlu keluar rumah untuk membeli makanan dikala lapar menghantui kita, cukup pesan lewat aplikasi online lalu makanan itu pun diantar langsung ke rumah. Banyak sekali keuntungan lainnya yang bisa didapatkan dari kecanggihan teknologi ini, sampai kita pun mungkin kewalahan untuk menjelaskan keuntungannya karena begitu banyaknya manfaat dari teknologi yang semakin canggih ini.
Tapi perlu diingat, bahwa dibalik manfaat yang begitu banyak, ada bahaya yang menghantuinya. Seperti, gaya hidup remaja Generasi Millennial yang menjadi pemalas karena adanya teknologi canggih ini. Mereka lebih asik berinteraksi lewat Smartphone dengan teman - temannya ketimbang bertemu di dunia nyata. Bahkan jika mereka sedang bertemupun, kebanyakan dari mereka lebih sering menggunakan Smarphone - nya daripada mengobrol dengan temannya. Mereka lebih asik membuka sosial media sampai lupa kehidupan sosial itulah yang lebih bermanfaat. Jika kita lakukan penelitian saja di lingkungan sekitar kita, mungkin sebagian besar pasti berpendapat bahwa gaya hidup Generasi Millennial ini cenderung lebih banyak berorientasi ke bahayanya karena mereka belum bisa memanfaatkan teknologi dengan sebaik - baiknya. Seperti, isu - isu yang tidak jelas apakah itu benar dan apakah itu salah mudah sekali menyebar dikalangan pengguna media sosial, seperti sekarang ini, membuka situs yang dilarang, menyebarkan aib orang dan masih banyak hal negatif lainnya yang seperti sudah lumrah akibat kecanggihan teknologi ini.
Mahasiswa, saatnya bertindak!
Mahasiswa, kita ini bagaikan sensor penggerak dalam tubuh seseorang. Jika kita salah arah, maka semua tubuh akan terkena dampaknya. Kita ini juga termasuk Generasi Millennial, karena kita sekarang lebih banyak menggunakan teknologi untuk berbuat sesuatu. Tetapi, kita harus berpikir lebih inovatif dalam menggunakan teknologi yang semakin canggih ini. Bukannya malah terjerumus kedalam hal - hal negatif yang sudah dibahas sebelumnya. Kita harus menggunakan teknologi canggih ini bagaikan mahkota yang dipakai seorang raja di sebuah istana. Anggap saja teknologi ini sebagai mahkota kita. Jika raja itu baik, bertindak dengan benar, pasti rakyatnya akan menyukainya dan mahkotanya pun tidak ternodai. Jika sebaliknya, kita bertindak ke hal yang salah, mahkota itu akan ternodai. Rakyat pun akan banyak memandang bahwasannya mahkota itu tidak pantas berada di kuasai oleh dirimu!
Bijak lah dalam menggunakan teknologi, Generasi Millennial bukanlah sebuah ironi!
Generasi Millennial adalah penggerak inovasi, berkarya ikhlas dengan hati, bukan selalu tentang upeti!
Dibuat oleh :
Muhammad Faisal Najmudin
Mahasiswa Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Angkatan 2018'
Istilah Generasi Millennial kini sudah akrab terdengar di kalangan pelajar. Istilah ini diciptakan oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika, William Strauss dan Neil Howe dalam beberapa bukunya. Biasanya mereka yang lahir pada 1980 - 1990, atau pada awal 2000, dan seterusnya itu bisa disebut sebagai Generasi Millennial. Generasi Millennial juga biasa disebut sebagai Generasi Y.
Karakteristik Generasi Millennial?
Setiap generasi pasti memiliki karakteristik tertentu yang dimunculkan oleh sebagian besar kalangannya, baik itu disengaja maupun tidak. Generasi Millennial ini rata - rata memang lahir di abad ke - 20an dimana pada abad ke - 20an ini teknologi semakin canggih. Baik dalam komunikasi, transportasi, media digital dan sebagainya. Karenanya, Generasi Millennial ini lebih dikenal sebagai pecandu teknologi, inilah karakteristik mereka, yang tidak bisa jauh dari teknologi canggih yang semakin berkembang sekarang.
Generasi Millennial, Gaya hidup yang berbahaya kah?
Canggihnya teknologi itu memang sangat membantu dalam kehidupan kita sehari - hari. Apapun bisa dilakukan dengan mudah sekarang. Kita tidak perlu repot - repot menulis surat, dan datang ke kantor pos untuk mengirim suratnya karena sudah ada Smartphone yang tinggal ketik lalu kirim ke orang yang kita tuju. Kita tidak perlu keluar rumah untuk membeli makanan dikala lapar menghantui kita, cukup pesan lewat aplikasi online lalu makanan itu pun diantar langsung ke rumah. Banyak sekali keuntungan lainnya yang bisa didapatkan dari kecanggihan teknologi ini, sampai kita pun mungkin kewalahan untuk menjelaskan keuntungannya karena begitu banyaknya manfaat dari teknologi yang semakin canggih ini.
Tapi perlu diingat, bahwa dibalik manfaat yang begitu banyak, ada bahaya yang menghantuinya. Seperti, gaya hidup remaja Generasi Millennial yang menjadi pemalas karena adanya teknologi canggih ini. Mereka lebih asik berinteraksi lewat Smartphone dengan teman - temannya ketimbang bertemu di dunia nyata. Bahkan jika mereka sedang bertemupun, kebanyakan dari mereka lebih sering menggunakan Smarphone - nya daripada mengobrol dengan temannya. Mereka lebih asik membuka sosial media sampai lupa kehidupan sosial itulah yang lebih bermanfaat. Jika kita lakukan penelitian saja di lingkungan sekitar kita, mungkin sebagian besar pasti berpendapat bahwa gaya hidup Generasi Millennial ini cenderung lebih banyak berorientasi ke bahayanya karena mereka belum bisa memanfaatkan teknologi dengan sebaik - baiknya. Seperti, isu - isu yang tidak jelas apakah itu benar dan apakah itu salah mudah sekali menyebar dikalangan pengguna media sosial, seperti sekarang ini, membuka situs yang dilarang, menyebarkan aib orang dan masih banyak hal negatif lainnya yang seperti sudah lumrah akibat kecanggihan teknologi ini.
Mahasiswa, saatnya bertindak!
Mahasiswa, kita ini bagaikan sensor penggerak dalam tubuh seseorang. Jika kita salah arah, maka semua tubuh akan terkena dampaknya. Kita ini juga termasuk Generasi Millennial, karena kita sekarang lebih banyak menggunakan teknologi untuk berbuat sesuatu. Tetapi, kita harus berpikir lebih inovatif dalam menggunakan teknologi yang semakin canggih ini. Bukannya malah terjerumus kedalam hal - hal negatif yang sudah dibahas sebelumnya. Kita harus menggunakan teknologi canggih ini bagaikan mahkota yang dipakai seorang raja di sebuah istana. Anggap saja teknologi ini sebagai mahkota kita. Jika raja itu baik, bertindak dengan benar, pasti rakyatnya akan menyukainya dan mahkotanya pun tidak ternodai. Jika sebaliknya, kita bertindak ke hal yang salah, mahkota itu akan ternodai. Rakyat pun akan banyak memandang bahwasannya mahkota itu tidak pantas berada di kuasai oleh dirimu!
Bijak lah dalam menggunakan teknologi, Generasi Millennial bukanlah sebuah ironi!
Generasi Millennial adalah penggerak inovasi, berkarya ikhlas dengan hati, bukan selalu tentang upeti!
Dibuat oleh :
Muhammad Faisal Najmudin
Mahasiswa Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Angkatan 2018'

Comments
Post a Comment